Tampilkan postingan dengan label CurRi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CurRi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juli 2012

Mengapa Aku Tak Bisa [?]

Mengapa aku tidak bisa sepertimu ?
Hidup tenang, tersenyum riang, menjalani kehidupan dengan serba berkecukupan.
Kenapa aku tidak bisa ?
Apa karena aku tak pantas mendapatkan itu semua ?
Mengapa ?
Mengapa aku selalu ingin menangis ketika aku teringat akan senyuman-senyumanmu ?

Mengapa aku selalu ingin marah ketika aku teringat tak bisa seperti itu ?
Mengapa ? mengapa ?!

Tuhan ....
Sungguh aku tak bermaksud iri,

Sungguh aku tak bermaksud menyamainya,
Sungguh aku tak bermaksud meminta,
Sungguh ya Tuhan, aku tak bermaksud marah pada-Mu ... 


Aku hanya berdoa, semoga kelak Kau berikan kehidupan yang lebih baik untukku .. :')

Kesakitanku

Memang, aku bukan orang yang semudah itu mengatakan 'TIDAK' pada kalian.
Dan percayalah, aku juga bukan orang yang semudah itu menangis dan merengek didepan kalian.
Karna apa ? Karna aku tak mau kalian menganggapku lemah! aku tak mau kalian menganggapku sampah!


Taukah kalian betapa hatiku sangat perih ketika kalian bercanda namun tak menyertakanku ? kalian tersenyum namun tidak untukku ? kalian bersalaman namun tak memandangku ?
Taukah kalian apa yang aku rasakan saat kalian lakukan itu semua padaku ?
Aku hanya diam. Tak berbicara. Tersenyum pahit. Dan memendam semua itu sendiri!


Aku tak tau kepada siapa aku akan menceritakan perasaanku ini!
Aku tak tau harus berbuat apa untuk meredam emosi yang membeludak ini!
Aku marah! Aku Benci! Aku muak! Aku menangis dalam hati!
Sadarkah kalian akan hatiku yang tercabik-cabik ini ?
Sadarkah kalian telah menyakitiku ?
Sadarkah kalian telah membuatku menangis ?
Jawabannya tentu TIDAK!
Karena aku selalu terlihat baik-baik saja didepan kalian.
Karena aku selalu bersikap biasa-biasa saja didepan kalian.
Ya, itulah yang selalu kulakukan untuk menutupi segala kesedihan dan kekecewaan hatiku.
Semua rasa sedih, kecewa, sakit, benci, dan semua amarah telah aku pendam didasar jurang 'pengharapan hati' ini, yang terbungkus oleh senyuman getir dan menipu.
Berharap agar kalian tetap bisa tersenyum bebas tanpa ada beban telah menyakitiku.